BI membuka kemungkinan penurunan suku bunga pada paruh kedua tahun 2024

Uncategorized153 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) membuka kemungkinan penurunan suku bunga dasar atau BI rate pada semester II tahun 2023. Hal ini setara dengan inflasi terkendali sebesar 2,5 plus minus 1% dan stabilnya rupee.

“Ini perkiraan saat ini, jadi kalau direncanakan ada kemungkinan di semester II ada ruang terbuka,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers, Kamis (21/12/2023).

Perry menegaskan kebijakan tersebut bukan karena The Fed juga akan memangkas suku bunga acuannya. Suku bunga dasar di AS hanya sekedar pertimbangan, sedangkan yang dominan adalah inflasi dan rupee.

“Kami tidak mengikuti FFR, ini bukan perhitungan seperti itu,” imbuhnya.

BI melihat ketidakpastian global mulai mereda. Salah satu penyebabnya adalah posisi suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau federal funds rate diperkirakan sudah mencapai puncaknya.

“Berkat perkembangan tersebut, kami melihat ketidakpastian pasar keuangan global mulai mereda,” jelasnya.

BI menganggap pertemuan FOMC terbaru ini sebagai sinyal bahwa perekonomian AS akan melakukan soft landing atau tidak terjerumus ke dalam jurang resesi yang dalam. Suku bunga acuan AS tidak berubah hingga akhir semester I 2024.

Hal ini akan membantu menjaga stabilitas rupee di masa depan dan juga inflasi.

“Jika rupee bisa menguat lebih cepat dan inflasi turun, maka masih ada tempat yang terbuka, tapi kami tidak akan terburu-buru untuk mengatakan semuanya baik-baik saja,” kata Perry.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Rupiah masih bertahan di Rp 15.300 per dolar AS. Apa yang harus dilakukan BI?

(pengusir hama/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Tidak terduga! Inflasi AS Memanas, Wall Street Dibuka Hijau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *