Berkelanjutan mikro dengan suku bunga tinggi, BRI memanfaatkan peluang ini

Uncategorized455 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Segmen kredit mikro terbukti kuat di era suku bunga tinggi. Seperti diketahui, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga dasar sebesar 5,75% sejak Januari 2023. Hal itu dilakukan setelah menaikkan BI-7DRR sebesar 225 basis poin (bps) selama 6 bulan.

Kredit UMKM tumbuh 8,9% year-on-year menjadi Rp 1.322,2 triliun, menurut Bank Indonesia (BI). Skala mikro belum tersentuh era tingginya suku bunga tahun ini.

Hingga bulan Agustus, usaha mikro tumbuh sebesar 42,8% year-on-year, sedangkan sektor kecil dan menengah mengalami kontraksi masing-masing sebesar 9,3% dan 9,0% year-on-year.

Salah satu bank yang menggunakan kredit mikro adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI. Perbankan secara konsolidasi melaporkan penyaluran kredit mencapai Rp1.202,13 triliun, naik 9,17% dibandingkan semester I tahun ini.

Segmen mikro yang tumbuh 11,41% year-on-year menjadi Rp577,94 triliun menjadi motor penggerak fungsi intermediasi BRI. Dengan demikian, porsi kredit mikro terhadap total penyaluran pembiayaan sebesar 48,08%.

Pada periode yang sama, jumlah peminjam pinjaman ultra mikro BRI tumbuh sebesar 10,4% tahun-ke-tahun, sementara peminjam pinjaman mikro tumbuh sebesar 3,7% tahun-ke-tahun.

Lebih detailnya, kredit mikro yang mengalami pertumbuhan signifikan ada pada kupedes yang tumbuh 43% year-on-year menjadi Rp 182,8 triliun. KUR dan BRIguna masing-masing turun 2,5% dan 7,1%.

Sebelumnya, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan segmen mikro menjadi kunci pertumbuhan penyaluran kredit BRI. Mikro dan ultra mikro akan menjadi fokus perusahaan.

Sedangkan laba bersih BRI semester I 2023 sebesar Rp 29,56 triliun, meningkat 18,7% year-on-year. Jika dirinci, pendapatan bunga perbankan naik 11,4% year-on-year, namun beban bunga naik 63,7% year-on-year. Alhasil, pendapatan bunga bersih bank tersebut hanya naik 1,4% year-on-year menjadi Rp 65,54 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 64,61 triliun.

Baca Juga  Ada risiko BI rate naik dan rupee melemah, pasar berharap BI berhati-hati

Sementara pada semester I tahun ini, pendapatan non bunga BRI naik 22,9% year-on-year menjadi Rp 21,13 triliun. Jumlah tersebut sebagian besar berasal dari pendapatan komisi yang mencapai Rp 10,22 triliun.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

BRI akan menyalurkan pinjaman Rp 1.202,13 ribu pada semester I 2023.

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *