Berkat 6 saham berkapitalisasi besar ini, IHSG mulai kembali menguat.

Uncategorized418 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Awal perdagangan sesi I Kamis (10 Mei 2023) melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat setelah kemarin sempat melemah akibat memburuknya sentimen pasar global.

Sekitar sepuluh menit setelah pembukaan sesi pertama perdagangan hari ini, indeks IHSG menguat 0,45% menjadi 6.917,86. IHSG hari ini kembali menyentuh level psikologis 7000 di awal sesi I setelah kemarin terkoreksi ke level psikologis 6800.

Dari sisi sektoral, sektor konsumen primer menjadi penopang IHSG pada awal sesi I hari ini yang menguat 0,7%.

Selain itu, beberapa saham juga menjadi penopang IHSG. Berikut saham-saham yang menopang IHSG pada awal sesi I hari ini.










Penerbit Kode stok Indeks poin Harga terakhir Perubahan harga
GoTo Gojek Tokopedia PERGI KE 4.33 85 3,66%
Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI 2.72 5.275 0,48%
Bank Mandiri (persero) BMRI 2.40 6150 0,41%
Astra Internasional ASII 2.36 6100 0,41%
Sumber Alphariy Trijaya AMRT 1,95 2920 1,74%
Kalbe Farmasi KLBF 1,00 1795 1,70%

Sumber: Refinitif dan RTI

Saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memberikan dukungan paling besar pada awal sesi I hari ini dengan mencapai 4,3 poin indeks.

IHSG berhasil memantul mengikuti pergerakan pasar saham global seiring dengan penurunan imbal hasil (memanen) Obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS). Selain itu, menurunnya data tenaga kerja juga mendukung pasar saham global.

Memanen Surat utang Treasury 10-tahun turun 0,08 poin persentase pada perdagangan sore di New York menjadi 4,73%, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam 16 tahun di 4,88%.

Sebelumnya, Memanen Obligasi negara Paman Sam melonjak karena investor memutuskan mencari investasi yang aman seperti dolar AS. Indeks dolar pun melonjak ke level 107, atau level tertinggi dalam 10 bulan.

Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP mendapat dukungan dari investor yang khawatir terhadap kenaikan suku bunga dan kemungkinan bahwa Federal Reserve (Fed) AS harus mempertahankan suku bunga tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Data lain yang dirilis kemarin menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang buatan AS naik lebih dari perkiraan pada bulan Agustus, meskipun laporan pekerjaan bulan September menjadi berita utama ekonomi minggu ini.

Namun beberapa data ketenagakerjaan AS terbaru akan dirilis hari ini dan besok. Data tenaga kerja mewakili data mingguan klaim pengangguran di Amerika Serikat, data upah non-pertanian (NFP), serta data terkini tingkat pengangguran AS.

Sebelumnya, jumlah pegawai AS yang mengajukan tunjangan pengangguran turun menjadi 204.000 pada pekan yang berakhir 23 September 2023. Pasar memperkirakan jumlah aplikasi akan meningkat menjadi 210.000 pada akhir September.

Sementara itu, pasar memperkirakan tingkat pengangguran AS pada September 2023 sebesar 3,8% atau sama dengan Agustus. Jika kedua data tersebut mengecewakan pasar, harga emas akan semakin turun.

RISET CNBC INDONESIA

[email protected]

Penolakan tanggung jawab: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berdasarkan pandangan Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca dan kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

IHSG Sukses Go Green: 6 Saham Berkapitalisasi Besar Ini Jadi Pendorongnya

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Ketua Fed Sampaikan Kisi Menarik, Dolar Anjlok ke Rp 15.650

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *