Belajar dari Munger: Banyak permasalahan yang bukan menjadi penyebab kemiskinan.

Uncategorized160 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Charlie Munger, tangan kanan Warren Buffett dan wakil ketua Berkshire Hathaway, percaya tidak ada salahnya menangis saat menghadapi masalah. Namun, yang terpenting adalah berusaha mengatasinya.

“Kamu boleh menangis, oke. Tapi Anda tidak bisa berhenti,” kata Munger kepada CNBC Make It, dikutip Selasa (12/12/2023).

Sesaat sebelum kematiannya pada usia 99 tahun. Berbagi kiatnya untuk mencapai kesuksesan dan umur panjang, Munger mengatakan masa-masa sulit tidak bisa dihindari dalam kehidupan setiap orang. Yang penting adalah bagaimana Anda menghadapinya dan melanjutkan hidup.

Sekilas, kehidupan Munger mungkin tampak indah. Dia adalah seorang pengacara dan investor sukses, sangat kaya dan berumur panjang dan tampak bahagia.

Namun perjuangan dan kesedihannya sangat berat. Dia mengalami perceraian ketika dia berusia 20 tahun, kebutaan pada satu matanya karena operasi katarak yang gagal, dan kematian putranya yang berusia 9 tahun, Teddy, karena leukemia hanya dua tahun setelah perceraian.

“Saya menangis sepanjang waktu ketika anak pertama saya meninggal. Tapi saya tahu saya tidak bisa berubah.” [apa pun]. “Pada saat itu, angka kematian akibat leukemia pada masa kanak-kanak adalah 100 persen,” kata Munger.

Menurut Munger, menangis bisa menjadi cara sehat untuk meredakan stres emosional dengan melepaskan hormon endorfin. Di sisi lain, menekan emosi tersebut dapat memperburuk berbagai masalah kesehatan mental dan fisik.

“Aturan emas dalam hidup adalah: setiap orang berjuang. Orang-orang yang dapat mengumpulkan kekuatan untuk melanjutkan—terkadang mendapatkan pelajaran berharga dalam prosesnya—lebih mungkin untuk menjalani kehidupan yang bahagia dan sukses,” katanya.

Charlie Munger diketahui meninggal dunia dalam usia 99 tahun pada Selasa pagi (28/11/2023) waktu setempat. Konglomerat tersebut terakhir kali memiliki kekayaan sebesar US$2,2 miliar atau setara Rp 34,3 triliun menurut Forbes.

Baca Juga  Kisah Tupperware yang dilanda krisis dan terancam menjadi sejarah

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Bukan Lo Kheng Hong, tapi Warren Buffett KW China

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *