Banyak data ekonomi yang dirilis hari ini. Bagaimana nasib rupee?

Uncategorized304 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Terpantau, rupee mulai melemah terhadap dolar AS akibat sikap wait and see pelaku pasar terhadap serangkaian data yang akan dirilis baik eksternal maupun domestik.

Mata uang Garuda ditutup menguat 0,32% pada perdagangan Selasa (12 Mei 2023) kemarin di level Rp 15.500 per dolar AS, berdasarkan data Refinitiv. Pelemahan ini mematahkan tren penguatan yang terpantau selama dua hari berturut-turut.


Tekanan terhadap rupee kemarin terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap data ekonomi AS, khususnya data tenaga kerja. Hal ini menjadi kekhawatiran investor karena jika data lowongan kerja tidak sesuai ekspektasi pasar, hal ini dapat mengubah prospek kebijakan Fed ke depan.

Namun nyatanya, data lowongan pekerjaan AS yang dirilis tadi malam turun 617.000 dari bulan sebelumnya menjadi 8,73 juta pada Oktober 2023, level terendah sejak Maret 2021 dan di bawah konsensus pasar sebesar 9,3 juta.

Menurunnya lapangan kerja menandakan pasar tenaga kerja mulai mendingin. Hal tersebut bisa menjadi angin segar bagi pergerakan rupee hari ini, Rabu (12/6/2023), mengingat hal tersebut bisa menjadi pendorong pelonggaran moneter The Fed pada pertemuan 13 Desember 2023 mendatang.

Berdasarkan Fedwatch Tools, pelaku pasar 99,9% yakin The Fed akan mempertahankan suku bunga di level 5,25% – 5,5%, bahkan diproyeksikan turun pada Maret 2024. Optimisme tersebut mencapai 57,1%.

Hari ini, investor juga akan mencermati sejumlah data negeri Paman Sam seperti neraca perdagangan dan produktivitas lapangan kerja non-pertanian.

Sementara itu, investor domestik akan mencermati rilis data makroekonomi Indonesia seperti cadangan devisa Indonesia periode November 2023 yang akan dirilis pada Kamis (12 Juli 2023) dan indeks kepercayaan konsumen Indonesia periode November 2023 pada hari ini. Jumat. dan Penjualan Ritel di Indonesia akan dipublikasikan setiap tahun (year-on-year).

Baca Juga  Saham Bank Mandiri pernah mencatatkan rekor sebanyak dua kali, ditutup pada Rp 6.950.

Diketahui, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2023 masih tinggi yakni sebesar US$133,1 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi akhir September 2023 sebesar US$134,9 miliar.

Teknis Rupee

Secara teknikal secara hourly, meski kemarin melemah, rupee masih dalam tren penguatan mengikuti garis rata-rata 200 jam atau moving average 200 (MA200).

Garis MA200 juga menjadi resistance terdekat yakni di Rp 15.510/USD. Area tersebut bisa dijadikan sasaran pelemahan langsung jika terjadi pembalikan.

Meski tren penguatan masih terjadi, namun masih ada potensi rupiah kembali menguat. Target terdekatnya adalah Rp 15.480 per dolar AS yang ditentukan berdasarkan garis rata-rata 50 jam atau moving average 50 (MA50).




Foto: Tradingview
Pergerakan rupee per jam terhadap dolar AS

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Tren Rupee Masih Melemah, Akankah Hari Ini Berbalik?

(tsn/tsn)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *