Bank-bank Asia menjadi lebih agresif, mendorong investor Barat keluar dari Republik Ingushetia

Uncategorized242 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT UOB Indonesia pada Rabu (06/12/2023) mengumumkan telah menyelesaikan akuisisi bisnis perbankan konsumen Citigroup di Indonesia dan mengintegrasikan aset dan liabilitasnya secara penuh. Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan mengatakan biaya akuisisi sekitar Rp 1 triliun.

Selain UOB Indonesia, bank anggota MUFG Group PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) pada pekan ini menyelesaikan akuisisi pinjaman ritel milik Standard Chartered Bank Indonesia (SCBI). Kemudian baru-baru ini PT OCBC NISP Tbk. (NISP) mengumumkan akuisisi PT Bank Commonwealth milik Commonwealth Bank Australia (CBA). Rencana tersebut disebut-sebut akan meningkatkan skala bisnis OCBC Indonesia di segmen konsumer dan UKM (ritel).

Oleh karena itu, bank-bank daerah menjadi lebih agresif dalam bisnis konsumen di Indonesia. Persaingan juga akan semakin tinggi.

Melihat langkah besar-besaran yang dilakukan bank-bank daerah di industri perbankan Indonesia, Direktur Consumer Banking UOB Indonesia Henry Choi mengaku tidak terkejut. Choi mengatakan Asia Tenggara adalah “masa depan” karena kawasan ini mengalami pertumbuhan populasi dan produk domestik bruto yang baik. Tak terkecuali di Indonesia.

“Jadi saya tidak heran jika investor lain akan melirik Indonesia dan memikirkan rencana merger dan akuisisi,” kata Choi dalam konferensi pers akuisisi bisnis konsumer Citibank oleh UOB, UOB Plaza, Rabu (06/12/2023).

Menurutnya, bisnis ritel merupakan “permainan volume” yang melibatkan jutaan pelanggan. Oleh karena itu, ekosistem yang mendukung digital sangatlah penting. Dalam hal ini, kata Choi, data itu penting.

“Ketika saya mengetahui ekosistem klien dan memiliki ukuran sampel dan data yang memadai, kami secara pribadi dapat melayani klien dengan memahami kebutuhan pengambil risiko yang seimbang,” jelasnya.

Baca Juga  2 hal ini membuat pasar menjadi bullish, pemilik kripto silakan bersenang-senang

Dengan cara ini, UOB Indonesia akan mampu menghasilkan pendapatan sekaligus melayani nasabah dengan baik. Choi mengatakan inilah nilai UOB.

Sementara itu, Hendra mengatakan akuisisi bisnis ritel Citi Indonesia ke UOB menambah lebih dari 1 juta nasabah. Sedangkan karyawan Citi Indonesia yang dialihkan ke UOB Indonesia berjumlah 1.000 orang.

“Kami tentu berharap dapat meningkatkan jumlah klien. Saya berharap dengan penambahan tenaga dan pelayanan, jumlah klien akan meningkat secara signifikan,” kata Hendra di kesempatan yang sama.

Tak hanya UOB, Danamon dan OCBC Indonesia, beberapa tahun lalu PT Bank ANZ Indonesia resmi mengalihkan bisnis ritelnya ke PT Bank DBS Indonesia dari Singapura. Lini bisnis yang diluncurkan mencakup pinjaman ritel dan layanan manajemen kekayaan untuk klien dengan kekayaan bersih tinggi.

Tidak hanya di Indonesia, ANZ menjual lini bisnisnya di Singapura, Hong Kong, China, dan Taiwan.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Demikian kabar terkini terkait akuisisi Mandala Finance oleh MUFG dan ADMF.

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *