Argumen Sri Mulyani memperjuangkan PMN Rp 10 triliun untuk LPEI

Uncategorized9 Dilihat




Jakarta, CNBC Indonesia – Yang jelas, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Bank Exim hanya akan mendapat penyertaan modal pemerintah (PMN) sebesar Rp 5 triliun. Biaya ini lebih rendah dibandingkan Rp10 triliun yang diajukan Kementerian Keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencoba merundingkan keputusan Komisi XI DPR RI. PMN ini harusnya memberikan kesempatan kepada LPEI untuk memperbaiki pengelolaan yang selama ini mengalami kesulitan, ujarnya.

Ia juga menjelaskan, Kementerian Keuangan sebenarnya juga memberikan syarat kepada LPIU untuk menerima suntikan dana segar ini. Hal ini termasuk meminta manajemen baru untuk segera menyelesaikan audit atas operasi dan model bisnisnya untuk menutup kerugian akibat masalah manajemen sebelumnya.

“Bahkan aparat penegak hukum, mulai dari kejaksaan, hingga KPK sudah turun tangan dan akan didampingi oleh BOD, bahkan BOD juga akan masuk. Jadi, kalau bisa, kita masih bisa kembali ke Rp 10 triliun. , Pak, supaya benar-benar bisa berkelanjutan lagi,” kata Sri Mulyani di DPR seperti dikutip, Kamis (7 April 2024).

Pemberian LPEI yang dilakukan PNM menuai gelombang penolakan dari anggota dewan. Sejumlah anggota Komisi XI DPR RI menilai PoI mempunyai permasalahan pengelolaan yang serius.

Untuk itu, DPR hanya menyetujui pemberian PMN sebesar Rp 5 triliun, apalagi PMN ini baru akan dibayarkan pada September 2024. Saat itu, anggota dewan berpandangan, indikator perbaikan pengelolaan LPEI harus dilihat. , jika situasi membaik, pemerintah dapat mengajukan sisa PMN.

Menanggapi hal tersebut, Sri Mulyani akhirnya menyetujuinya. Katanya, sebenarnya pemikiran di DPR sama dengan di Kementerian Keuangan. Oleh karena itu, sebaiknya pengurus baru LPEI diberi kesempatan terlebih dahulu dengan tambahan PMN sebesar Rp5 triliun untuk membuktikan perbaikan manajemen dan model bisnisnya.

Baca Juga  GOTO Gagal Lagi Karena Rumor TikTok Dekati Tokopedia?

Nanti kita lihat bersama, kalau tidak bisa maka undang-undangnya diubah, termasuk yang tadi disampaikan, kalau perlu untuk misi pengembangan dan ekspor dengan beberapa perusahaan harus dilakukan, ujarnya. Sri Mulyani.

Jadi, sebagai pembelajaran, saya setuju dengan apa yang disampaikan seluruh anggota dan pimpinan Komisi 11. Jadi saya terima pak, tegasnya.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Exim Bank telah memberikan klarifikasi atas temuan empat debiturnya yang diduga melakukan “penipuan” senilai Rp 2,5 triliun dan enam debitur lainnya yang kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. LPEI memberikan tanggapannya dalam keterbukaan yang diminta Bursa Efek Indonesia (BEI).

LPEI menjelaskan, awal mula kasus tersebut adalah pembiayaan distress yang ada merupakan pembiayaan yang terdaftar dan menjadi non-performing loan (NPL) sebelum tahun 2020. Selain itu, beberapa faktor internal menjadi penyebabnya.

Faktor penyebabnya adalah pengelolaan yang buruk, infrastruktur yang belum memadai, ketidakkonsistenan implementasi kebijakan keuangan, tidak lengkapnya bundling jaminan keuangan, kurangnya pengawasan, dan penyalahgunaan pembiayaan oleh Debitur yang tidak sesuai dengan alokasi berdasarkan kesepakatan.

Tonton videonya di bawah ini:

Video: Sri Mulyani Pastikan APBN Tetap Tangguh Meski Rupee Ada Tekanan



Artikel berikutnya

LPEI angkat bicara soal dugaan penipuan Rp 2,5 triliun


(haa/haa)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *