Apakah The Fed hanya sekali saja memangkas pengeluarannya? Crypto melanjutkan koreksi

Uncategorized38 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar mata uang kripto ambruk pada hari ini, Jumat (14/6/2024), setelah bank sentral AS (Fed) memperkirakan suku bunga hanya akan dipangkas satu kali pada tahun ini.

Mengacu KoinMarketCap Pada Jumat (14/6/2024) pukul 07:56 WIB, sebagian besar pasar kripto melemah. Bitcoin turun 2,43% menjadi $66,698 dan berada di wilayah negatif 5,86% setiap minggu.

Ethereum berada di zona merah sebesar 2,5% selama 24 jam terakhir dan melemah sebesar 8,84% selama seminggu.

BNB mengalami depresiasi harian sebesar 3,53% dan keruntuhan mingguan sebesar 15,45%.

Begitu pula Solana yang turun 5,1% dalam 24 jam terakhir dan turun 13,73% dalam tujuh hari terakhir.

CoinDesk Market Index (CMI), yang mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital, turun 2.64% menjadi 2,612.54. Open interest turun 3,13% menjadi US$65,28 miliar.

Sementara itu, indeks ketakutan dan keserakahan dipublikasikan kapitalisasi moneter.com menunjukkan angka 55 yang menandakan bahwa pasar berada pada fase netral dengan kondisi ekonomi dan industri kripto saat ini.

Mengutip: berita kripto, Pasca hasil rapat FOMC dirilis, pasar bereaksi positif dengan memperkirakan penurunan suku bunga masih akan terjadi pada tahun ini.

Namun, pasar segera melihat sikap hawkish The Fed sebagai hal negatif terhadap aset berisiko, termasuk kripto, mengingat The Fed memperkirakan hanya akan ada satu kali penurunan suku bunga pada tahun ini. Berbeda dengan scatter plot Maret 2024 yang diperkirakan sebanyak tiga kali.

Pada pertemuannya bulan ini, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada 5,25-5,5%, dengan suku bunga acuan diproyeksikan mencapai 5,1% tahun ini, yang berarti hanya ada satu kali penurunan suku bunga pada tahun 2024.

Baca Juga  Inilah kekayaan tersangka korupsi BTS Aksanul Kosasi

Hal lain yang menjadi perhatian adalah perkiraan inflasi PCE dan inflasi PCE inti yang diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan pada rapat FOMC Maret lalu, yaitu 2,6% dan 2,8%.

Hal ini semakin menyebabkan investor menghindari risiko dan memilih investasi yang lebih aman dengan tingkat pengembalian yang cukup tinggi, seperti sarana investasi yang berbasis dolar AS yaitu US Treasury.

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Investor Ritel Skeptis Tentang Bitcoin dan Keruntuhan Pasar Kripto

(v/v)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *