Angka ini tinggi berkat konversi limbah menjadi produk perawatan kulit

Uncategorized375 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia Penemuan-penemuan penting tidak selalu merupakan hasil dari upaya yang gigih untuk memecahkan masalah, namun ada juga yang terjadi secara tidak sengaja.

Salah satunya adalah Vaseline yang kini menjadi bahan penghalus kulit yang terkenal. Produk ini rupanya bermula ketika Robert Augustus Chesebrough secara tidak sengaja mengumpulkan cairan sampah yang sering dibuang orang.

Apa masalahnya?

Ceritanya dimulai pada tahun 1859. Chesebrough adalah seorang ahli kimia dan pedagang yang, pada usia 22 tahun, memasuki bisnis minyak.

Dia awalnya menjual minyak tanah yang terbuat dari sperma ikan paus. Namun, karena minyak ditemukan di wilayah Titusville, Pennsylvania, dia pergi ke sana untuk mengambil bagian dalam pengeboran minyak.

Seperti yang ditulis William S. Hammack dalam How Engineers Make the World (2011), saat melakukan pengeboran minyak, ia menemukan sesuatu yang menarik dan menggugah rasa penasarannya. Saat mesin dikeluarkan dari lubang bor, keluarlah cairan lengket berwarna hitam.

Semua penambang selalu membuang cairan tersebut karena dianggap sampah. Namun, mereka juga tahu bahwa limbah cair terkadang juga bermanfaat.

Jika terjadi luka bakar, cairan tersebut mampu menyembuhkan luka dalam waktu singkat. Dari sinilah Chesebrough mendapat ide untuk membawa cairan aneh tersebut ke laboratorium.

“Tak disangka, cairan tersebut ternyata adalah Vaseline yang kemudian dipatenkan Chesebrough pada tahun 1872 dengan kode: US Patent 128.568,” tulis William S. Hammack.

Dari paten tersebut, pria kelahiran 9 Januari 1837 ini punya ide bisnis. Dia sedang berpikir untuk menjual Vaseline secara grosir.

Apalagi produknya bermanfaat untuk mengobati luka bakar, dan sudah memiliki pabrik sendiri yang didirikan di New York sejak tahun 1870. Alhasil, pada tahun 1875 ia pun menjual petroleum jelly dengan nama “Vaseline”.

Baca Juga  Daftar 10 bank syariah terbesar di Indonesia, BSI tak punya lawan

Di situs resminya, Vaseline diambil dari bahasa Jerman (wasser – air) dan Yunani (oleon – minyak). Meski begitu, perjuangan Chesebro menjual Vaseline tidaklah mudah.

“Chesbrough pergi dari rumah ke rumah di New York City menjual Vaseline. Ia bahkan rela membakar tangannya lalu mengoleskan Vaseline untuk membuktikan produknya bisa menyembuhkan luka,” tulis David Lingsley dalam The House of Invention (2000).

Seiring berjalannya waktu, Vaseline lambat laun mulai digandrungi masyarakat. Setahun setelah penjualan pertama, tercatat lebih dari 1000 unit produk terjual. Orang-orang menggunakannya tidak hanya untuk luka bakar, tetapi juga untuk mengatasi masalah kulit pada orang-orang di daerah beriklim dingin, seperti kulit kering, pecah-pecah, dan ruam.

Oleh karena itu, banyak orang yang menyukai produk Chesebrough. Pabrik tersebut memproduksi lebih banyak Vaseline, dan Chesebrough tiba-tiba menjadi kaya. Bisnis perminyakan mulai terhenti dan kemudian fokus pada produk kesehatan.

Saat penggunaannya mulai menyebar, Chesebrough mengemas Vaseline dalam tutup berwarna biru sebagai penghormatan terhadap produk aslinya, yang masih digunakan hingga saat ini. Belakangan, berkat penemuan Vaseline sebagai produk kesehatan yang berhasil mengatasi banyak masalah kulit, Chesebrough mendapat penghargaan dari Ratu Inggris.

Pada tahun 1883, Ratu Victoria menganugerahkan Chesbrough gelar bangsawan Sir. Namanya diubah menjadi Sir Robert Chesbrough.

Chesebrough beruntung karena ia berumur panjang, sehingga meski di usia tuanya ia masih bisa melihat produk-produk yang dihasilkannya digunakan terus-menerus. Selama perang, tentara mengobati luka mereka dengan Vaseline. Lalu, saat melakukan berbagai ekspedisi, banyak orang yang mengoleskan Vaseline pada kulitnya untuk mencegah ruam dan kekeringan.

Perjalanan Chesebrough berakhir pada 8 September 1933, pada usia 96 tahun. Setelah kematiannya, perusahaan dan produknya terus sukses.

Baca Juga  Berkunjung ke ITB, Pimpinan BNI memberikan wejangan pentingnya menjadi seorang wirausaha

Puncak popularitas Vaseline di seluruh dunia baru terjadi pada tahun 1955, ketika perusahaan tersebut mulai berkolaborasi dengan Pond’s Extract Company. Kemudian semakin terkenal setelah Unilever membeli lisensi Vaseline pada tahun 1987.

Di Indonesia, Vaseline sudah menjadi produk kesehatan yang disukai banyak orang. Bahkan, kehadirannya terlihat di berbagai merek.

[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *