7 Aturan Penagihan Utang Terbaru yang Harus Diketahui Klien Pinjol

Uncategorized12 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan menetapkan aturan baru untuk peer-to-peer (P2P) lending kepada penagih utang online (pinjols). Hal ini merupakan bagian dari roadmap Lembaga Pembiayaan Teknologi Informasi Kolaboratif (LPBBTI).

Chief Executive Officer Pengawasan Lembaga Keuangan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) O.K. Agusman mengatakan, sudah menjadi tanggung jawab setiap penyelenggara untuk menjelaskan tata cara pengembalian dana kepada debitur atau kliennya. Selain itu, ada juga peraturan dan etika yang terlibat dalam proses penagihan.

Penyelenggara P2P lending dilarang menggunakan ancaman, bentuk intimidasi dan hal-hal negatif lainnya termasuk unsur SARA dalam proses penagihannya.

Bahkan, OZhK juga menetapkan batas waktu penagihan penyelenggara dari debitur maksimal pukul 20.00 waktu setempat.

Terakhir, Agusman juga menegaskan penyelenggara harus bertanggung jawab terhadap seluruh proses penagihan. Artinya pengepul atau jasa penagihan yang telah mengadakan perjanjian dengan penyelenggara berada di bawah tanggung jawab penyelenggara.

Seperti diketahui, peta jalan ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 “Tentang Pembinaan dan Penguatan Sistem Perbankan” (UU PPSK).

Pasal 306 UU FBS menyebutkan, apabila badan usaha sektor keuangan (FBS) melakukan penyimpangan dalam penagihan dan memberikan informasi yang tidak benar kepada nasabah, maka akan dipidana dengan pidana penjara dua hingga sepuluh tahun dan denda paling sedikit Rp 25 miliar dan Rp 250 miliar.
Aturan Pinjol Baru 2024

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut aturan terbaru OJK tentang bisnis perkreditan yang mulai berlaku pada tahun 2024:

1. Pengurangan bunga dan biaya lainnya.

Pemerintah mengatur tingkat bunga pinjaman online. Hal ini tertuang dalam Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Layanan Pembiayaan Kolaboratif Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) dan Surat Edaran (SE) OJK 19/SEOJK.06/2023.

Baca Juga  Saham GOTO mencapai titik terendah baru di Rp 68

Dengan adanya SE OJK versi terbaru, suku bunga peer-to-peer (P2P) lending kini diatur oleh OJK. Pihak berwenang membatasi tingkat bunga pinjaman dari 0,1% menjadi 0,3% per hari. Sebelumnya, Asosiasi Fintech Pembiayaan Kolaboratif Indonesia (AFPI) menetapkan bunga pinjaman harian maksimal 0,4% per hari.

Dalam SE OJK 19/SEOJK.06/2023, manfaat ekonomi yang dibebankan penyelenggara adalah tingkat pengembalian, antara lain bunga/margin/bagi hasil, biaya administrasi/biaya komisi/biaya platform/ujra yang setara dengan biaya yang bersangkutan, dan biaya-biaya lainnya, selain denda keterlambatan pembayaran, bea materai, dan pajak.

Batasan suku bunga pinjaman konsumen jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun yaitu 0,3% per hari kalender dari jumlah pembiayaan yang ditentukan dalam perjanjian pembiayaan, berlaku selama satu tahun terhitung sejak 1 Januari 2024.

2. Denda atas keterlambatan pembayaran

OJK juga mengatur denda keterlambatan pembayaran bagi debitur dalam aturan baru. Untuk sektor manufaktur, dendanya mencapai 0,1% per hari pada tahun 2024. Denda keterlambatan akan turun menjadi 0,067% per hari pada tahun 2026.

Namun denda keterlambatan pada sektor konsumen akan mencapai 0,3% per hari mulai tahun 2024 dan 0,2% per hari pada tahun 2025. Biaya keterlambatan sektor konsumen akan turun lagi menjadi 0,1% per hari pada tahun 2025.

3. Anda tidak dapat meminjam lebih dari 3 platform.

Debitur dapat mengambil maksimal tiga pinjaman. Diharapkan konsumen tidak perlu lagi menggali lubang untuk menutup lubang sempit. Penyelenggara harus memperhatikan solvabilitas.

4. Pembayaran hanya sampai pukul 20.00.

Aturan tersebut tertuang dalam peta jalan pengembangan dan penguatan Layanan Pembiayaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi, yang mengatur ketentuan promotor dan perlindungan konsumen.

OZhK juga akan menetapkan waktu bagi penyelenggara untuk mengumpulkan dana dari debitur – maksimal pukul 20.00 waktu setempat.

Baca Juga  CB Bukopin angkat bicara soal rumor IFC akan menjadi pemegang saham

Penyelenggara harus bertanggung jawab atas seluruh proses penagihan. Artinya pengepul atau jasa penagihan yang mempunyai perjanjian dengan penyelenggara berada di bawah tanggung jawab penyelenggara.

5. Memperketat aturan penagihan

Penyelenggara dilarang menggunakan ancaman, bentuk intimidasi dan hal-hal negatif lainnya termasuk unsur SARA dalam proses penagihan.

OJK juga melarang debt collector melakukan intimidasi dan penghinaan terhadap Suku, Agama, Ras dan Afiliasi (SARA), harkat dan harga diri baik di dunia fisik maupun di dunia maya (cyberbullying) baik terhadap debitur maupun kontak darurat debitur, rekan kerja dan keluarga. anggota. .

6. Kontak darurat tidak dikenakan tagihan.

Kontak darurat tidak digunakan untuk mengumpulkan dana dari pemilik data kontak darurat. Kontak darurat dimaksudkan hanya untuk memastikan keberadaan debitur apabila tidak dapat dihubungi, dan bukan untuk keperluan penagihan.

Sebelum melakukan kontak darurat, platform P2P lending harus mengkonfirmasi dan mendapatkan persetujuan dari pemilik data kontak darurat. Dengan cara ini, kontak darurat tidak hanya dicantumkan. Penyelenggara mendokumentasikan pengakuan dan persetujuan yang diberikan oleh pemilik informasi kontak darurat.

7. Asuransi kredit bersifat wajib.

Penyedia P2P lending wajib memberikan langkah mitigasi risiko, termasuk berkolaborasi dengan perusahaan asuransi. Pengalihan risiko pembiayaan sesuai peruntukannya dapat dilakukan melalui mekanisme asuransi atau penjaminan.

Regulator menyebutkan, fintech P2P lending diperlukan kerjasama dengan perusahaan asuransi atau perusahaan penjaminan yang memiliki izin usaha dari OJK sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Nah, itulah aturan penagihan di fintech P2P lending. Saya harap informasi ini bermanfaat

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

OJK adakan pertemuan dengan pemain Paylater, ini yang dibicarakan

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *